Seberapa Terdongkrak Suara PDIP jika Sistem Coblos Partai Diterapkan?

Seberapa Terdongkrak Suara PDIP jika Sistem Coblos Partai Diterapkan
Hanya PDIP yang setuju sistem pemilu proporsional tertutup diterapkan lagi. (Detikcom/Rifkianto Nugroho)

VOTNews.com – Sistem pemilu proporsional tertutup atau sistem coblos partai kembali menjadi sorotan publik baru-baru ini. Hal ini terjadi lantaran Ahli Hukum Tata Negara Denny Indrayana mengaku mendapat informasi enam hakim Mahkamah Konstitusi (MK) akan setuju mengembalikan ke sistem proporsional tertutup (coblos partai) usai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu sistem Proporsional Terbuka digugat.

Mayoritas atau delapan parpol di DPR telah menyatakan sikap menolak sistem proporsional tertutup. Bahkan, mereka sampai mengadakan pertemuan khusus membahas ini pada Selasa (30/5).

Dari delapan parpol itu, hanya PDIP satu-satunya partai yang setuju sistem proporsional tertutup diterapkan lagi.

Sikap PDIP mendukung sistem proporsional tertutup ini merupakan salah satu hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan yang digelar Januari 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

Pengamat Politik Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo memprediksi PDIP akan mengalami kenaikan suara signifikan di Pemilu 2024 bila sistem proporsional tertutup diterapkan. Ia mengatakan suara PDIP bisa naik hingga 25-27 persen atau separuhnya di pemilu dengan sistem ini.

“Karena mereka sudah siap, sehingga kemungkinan besar ada probability suara PDIP akan naik signifikan. Bisa lebih 20 persen bisa 25-27 persen mereka minimal bisa dapat,” kata Karyono kepada CNNIndonesia.com, Rabu (31/5).

Karyono mengatakan sistem pemilu sistem proporsional tertutup menjadi keuntungan utama PDIP di Pemilu 2024 ketimbang sistem pilih Caleg.

Karyono mengatakan kondisi ini tak lepas dari PDIP yang memiliki modal untuk menggunakan sistem proporsional tertutup. Keuntungan pertama, ia mengatakan PDIP memiliki kekuatan dalam identitas partai atau party id.

Kekuatan ini bercirikan PDIP memiliki infrastruktur partai dari pusat hingga daerah yang rapi dan berjalan baik. Infrastruktur ini di antaranya didukung oleh sistem kaderisasi dan disiplin partai yang mumpuni.

“Jadi mereka sudah punya modal ini. Ya sangat confident sehingga bisa dongkrak suara partai lebih signifikan lagi,” kata Karyono.

Faktor kedua, ia mengatakan PDIP memiliki figur partai yang kuat pula untuk melengkapi identitas partai. Figur partai, kata dia, terletak pada kekuatan sosok Ketua Umum PDIP Megawati yang memiliki ketokohan mumpuni.

Ketokohan dalam suatu partai, lanjutnya, memiliki peran signifikan untuk merebut suara pemilih.

“Disiplin kader, sistem kaderisasi dan ketokohannya juga memang paling siap. Karena hanya partai dengan kombinasi party id dan figur id yang kuat, pasti diuntungkan dari sistem ini ya,” kata dia.

Di sisi lain, Karyono mengatakan PDIP satu-satunya partai yang memiliki kesiapan untuk menghadapi sistem proporsional tertutup. Selain PDIP, ia menilai PKS sebetulnya menjadi parpol yang memiliki karakteristik serupa seperti PDIP. Namun, ia berpendapat PKS belum terlalu signifikan perolehan suaranya dalam pemilu selama ini.

“Makanya PKS sementara ini belum cukup siap untuk proporsional tertutup, mereka masih memilih [proporsional] terbuka,” kata dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *